Selasa, 16 Agustus 2016

Masuk Islam Gara-Gara Wudhu

Masuk Islam Gara-Gara Wudhu
Wudhu
Wali, itulah sosok yang istimewa dikalangan umat Islam. Maqom (derajat) kewalian ini menunjukkan kedekatan hati seseorang dengan Sang Pencipta. Sebab, kata "wali" itu sendiri jika diterjemahkan secara bahasa adalah berarti "kekasih".

Banyak sekali cerita di luar nalar (karomah) yang berhubungan dengan para wali. Baik yang sudah terjadi puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu, maupun cerita tentang para wali yang terjadi di jaman moderen seperti sekarang ini. Sebagian dari cerita para wali di masa lampau itu akan banyak kita jumpai dalam kitab-kitab klasik (baca: kitab kuning) yang dipelajari di pesantren. Salah satunya adalah kisah tentang Wali Junaid berikut ini, “Masuk Islam Gara-Gara Wudhu”.

Diceritakan bahwa suatu ketika Seorang wali yang bernama Syech Junaid sedang mengalami sakit mata, kemudian beliau memanggil seorang dokter spesialis mata yang ada di daerah itu untuk mengobatinya. Ketepatan, ternyata dokter itu beragama nasrani.

Setelah melakukan diagnosa, dokter menganjurkan kepada Syech Junaid untuk menjaga matanya agar jangan sampai terkena air jika ingin segera sembuh. Mendengar larangan dari dokter, Syech Junaid pun hanya terdiam tanda bahwa beliau tidak berjanji untuk menyetujuinya.

Setelah dokter pergi, ternyata benar bahwa Syech Junaid tidak setuju dengan hasil diagnosa dan rekomendasi dokter tadi. Beliau tetap berwudhu untuk melakukan ibadah wajib, yakni sholat 5 waktu dalam sehari semalam.

Seperti biasa, setelah melakukan sholat, Syech Junaid beranjak tidur untuk sekedar beristirahat. Kejadian di luar dugaan terjadi ketika beliau terbangun dari tidur. Saat terbangun, ternyata sakit mata yang beliau derita malah sembuh total, tidak seperti yang dikatakan dokter, bahwa air akan bisa menambah parah penyakitnya.

Singkat cerita, selang beberapa hari dokter kembali menjenguk Syech Junaid untuk melihat perkembangan penyakitnya. Mendapati bahwa kedua mata Syech Junaid benar–benar sudah sembuh total, dokter itu merasa sangat heran, lalu bertanya kepada Syech Junaid:

Dokter:
Apa yang sudah kamu lakukan sehingga kedua matamu kini telah sembuh total?

Syech Junaid:
Sesaat setelah engkau pergi kemarin, saya berwudhu untuk melakukan sholat dan alhamdulillah sekarang mata saya sudah sembuh.

Mendapati jawaban Syech Junaid, seketika sang dokter menyatakan iman kepada Allah SWT dan masuk Islam.

Sebagai seorang dokter spesialis, dia langsung faham atas kejadian ini. Dia mengatakan:
Ini adalah penyembuhan dari Sang Pencipta dan tidak ada satupun manusia yang bisa melakukannya. Karena secara medis dan apa yang saya pelajari selama ini tentang penyakit mata, maka kejadian seperti ini tidak mungkin terjadi dan benar-benar di luar logika.

Terimakasih wahai Syech karena telah menunjukkan saya jalan yang benar. Selama ini, sebenarnya yang mengalami sakit mata “hati” adalah saya, dan kini kamu telah menunjukkan obatnya kepadaku.

Itulah secuil kejadian tak biasa yang dialami oleh salah seorang wali Allah atau yang biasa disebut dengan istilah karomah. Sebab, hanya karena masalah air wudhu, ternyata wali Junaid bisa menjadi perantara dalam membuka mata hati seorang nasrani untuk mendapatkan hidayah dari Allah dan memeluk agama Islam.

Ketaatan dan keikhlasan dalam beribadah yang ditunjukkan oleh Syech Junaid berbuah manis, sembuh dari penyakit mata yang beliau derita sekaligus dapat menyembuhkan “mata hati” orang lain yang sedang sakit.

Sekian.

Sumber:
Kitab: Irsyadul 'Ibad
Percetakan: Al-Hidayah, Surabaya


EmoticonEmoticon